Kawah Gunung Galunggung memiliki keunikan tersendiri dibanding dnegan kawah gunung berapi lainnya. Hal ini terlihat dari danau yang terdapat pada kawahnya yang berair dingin dan tidak tercium bau belerang. Selain itu, pada bagian sisi danau terdapat terowongan yang berfungsi mengalirkan air danau ke sungai Cikunir. Pengaliran air danau ini dimaksudkan untuk mengurangi volume air danau dalam upaya menekan resiko ancaman bencana jika gunung berapi ini meletus kembali.

Ya… Kata kembali perlu digarisbawahi karena memang Gunung Galunggung sudah beberapa kali memuntahkan isi perut bumi. Tercatat sekitar 36 tahun silam, pada tahun 1982 gunung berapi yang hingga saat ini masih aktif pernah meletus. Selama kurang lebih selama sembilan Galunggung beberapa kali erupsi.

Pemandangan Sekitar Danau Kawah Gunung Galunggung

Abu vulkanik dari erupsi tersebut hingga membuat pesawat British Airways yang kala itu sedang melakukan perjalanan dari London (Inggris) menuju Auckland (Selandia Baru) terganggu. Saat pesawat melintasi Pulau Jawa, abu vulkanik Galunggung menembus mesin pesawat yang menyebabkan keempat mesin jetnya mati. Beruntung nasib pesawat tak berujung naas. Pesawat British Airways masih bisa melakukan pendaratan darurat di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta.

Setelah kejadian tersebut, salah seorang penumpang yaitu Betty Tootell mengabadikan kisah mencekamnya dalam pesawat tersebut dalam sebuah buku berjudul All Four Engines Have Failed. Selain itu juaga, para penumpang pesawat tersebut membentuk sebuah perkumpulan yang bernama Galunggung Gliding Club.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here