Apa yang pertama kali teringat di benak Anda ketika mendengar kata ‘KOPI” ? Hitam, Pahit, Manis, Begadang, Nongkrong, atau mungkin “Diem-diem bae….Ngopi apa ngopi” ?

Yes! Semua kata di atas bisa dibilang cukup menggambarkan tentang kopi. Sebuah minuman bercita rasa khas yang merupakan hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan.

Kopi Tasikmalaya
Kopi Tasikmalaya

Dalam perkembangannya, saat ini kopi telah menjelma menjadi salah satu minuman top di dunia. Negara kita saja pada tahun 2016 termasuk ke dalam lima negara terbesar penghasil kopi. Indonesia mampu menghasilkan kurang lebih 660 juta ton biji kopi per tahunnya. Oleh karena itu, tak heran banyak jenis kopi Indonesia yang sudah mendunia, sebut saja semisal Gayo yang berasal dari Aceh, Kintamani yang berasal dari Bali, dan Toraja yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan.

Bagaimana dengan Pulau Jawa?

Tentunya sudah termasyur dengan Kopi Java Preanger. Nama yang berasal dari Bahasa Belanda yang artinya Parahiyangan atau Priangan. Sejak zaman Belanda, kopi asal Jawa Barat sangat dikenal dengan sebutan Java dan karena pertama kali kopi ditanam di daerah priangan maka julukan yang dikenal masyarakat luas adalah Java Preanger. Sejak itulah kopi asal Jawa Barat selalu disebut Kopi Java Preanger. Sebutan tersebut masih cukup melekat di masyarakat, setiap kopi yang dibudidayakan di Jawa Barat disebut Kopi Java Preanger.

Itu kan zaman kompeni…lalu bagaiamana dengan zaman now?

Kopi Jawa Barat kini mulai menggeliat kembali setelah sekian lama tenggelam oleh perkembangan tanaman teh. Tengoklah Kopi Gunung Puntang yang berasal dari daerah Pangalengan, Bandung. Kopi ini berhasil menjuarai event Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serika pada tahun 2016. Selain itu, ada juga Kopi Mekarwangi (Ciwidey, Bandung), Kopi Malabar (Pangalengan, Bandung), Kopi Cibeber (Ciwidey, Bandung).

Lalu, bagaimana dengan kopi dari Tasikmalaya?

to be continued . . .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here